Minggu, 25 Maret 2012

Surat Untuk Kamu


Teman-teman, sepertinya semesta kembali memaksa aku untuk galau. Kemarin (Sabtu) aku menulis sebuah surat yang-jangan-tanya-buat-siapa. Surat ini keliatannya tanpa tujuan dan keliatan banget lagi dipaksain untuk galau. Oke, daripada banyak cingcau (cincong), langsung aja, deh, ya..

 
              Hei, kamu. Tahukah kamu?
            Bahwa, selama ini aku yang selalu mengawasimu?
            Bahwa, selama ini aku yang memperhatikanmu?

            Aku tahu, mungkin aku hanya salah satu dari sekian orang yang mengharapkanmu
            Selama ini, aku hanya mampu melihatmu dari jauh
            Berharap suatu saat dapat bertemu denganmu
            Berharap suatu saat kita akan mempunyai sebuah cerita
            Berharap, dan terus berharap

            Aku hampir lelah di tengah semua penantian ini
            Aku hampir frustasi
            Namun ketika melihatmu sekilas di foto,
            Membuat harapan itu tumbuh kembali
            Tumbuh dengan cepat, layaknya rumput liar di taman
            Rasa ini semakin menjadi-jadi

            Akankah itu terjadi? Kurasa ku takkan pernah tahu
            Kamu, selalu berhasil membuatku tersenyum malu
            Kamu, selalu berhasil membuat jantungku berdegup cepat dalam sunyi
            Kamu juga selalu mampu membuat aku tenggelam dalam fantasiku tentangmu
            Ya, kelihatannya memang hanya kamu yang mampu membuat aku terperosok sedalam ini
            Lihat saja nanti, aku akan membalas ini semua
            Membalas dengan..
            Dengan cintaku, tentu saja :)

Well, that’s all. Gimana, bagus enggak? Hehehe. :p

Tidak ada komentar:

Posting Komentar