Jumat, 23 Maret 2012

Galau


Oke, harus diakui mau enggak mau aku harus galau. Buat kalian yang enggak pernah kepikiran gimana ceritanya aku galau, mending baca aja deh yang di bawah ini. Emang kedengeran kayak cerpen atau gimana, sih. Tapi namanya juga galau. Mau diapain lagi..

(5 Februari 2012)
Terkadang menyukai seseorang yang jauh itu terdengar semu, fatamorgana.
Yah, mungkin itu yang terjadi padaku.
Kalau ditanya siapa, aku takkan menjawab, cukup aku yang tahu.
Tapi, ada satu hal yang bisa aku sampaikan.
Dia, belum bisa move on.

Aku, belum pernah ngerasain yang namanya pacaran, jadi aku belum tahu gimana rasanya gagal move on. Tapi, pernah ngerasain rasa suka, membuat aku, mempunyai sedikit gambaran tentang gagal move on. Terlebih lagi, seorang teman baikku, juga mengalaminya. Dia baru aja putus, dan hari ini seharusnya menjadi anniv 5 bulannya dengan mantan pacarnya. Dia terlihat sangat susah move on, walaupun mantan pacarnya yang kejam itu udah menyakitinya dengan berpaling pada cewek lain. Aku salut banget sama temenku yang satu ini. Dia memaafkan mantannya itu, dan tetap berteman seperti biasanya. Disini, aku bisa belajar, kalo cinta itu selalu memaafkan. Meskipun awalnya sakit, dan berat. Cinta selalu mempunyai sebuah tempat tersendiri, untuk dapat menyayangi dengan setulus hati.

Dia juga demikian. Cerita dia, enggak jauh beda sama cerita teman baikku ini. Dia pacaran dengan seorang cewek, namun akhirnya dia ditinggalkan sama cewek itu tanpa alasan yang jelas. Dan dia, enggak pernah bisa pindah ke lain hati semenjak saat itu. Namun, dia selalu menyembunyikan perasaan yang tidak enak itu, dan memasang senyum, dihadapan semua orang. Lewat dia, aku juga belajar sesuatu cinta, mudah dinyatakan namun susah untuk dihilangkan. Karena cinta, bukan merupakan hal yang salah, jika kita bisa memaknainya dengan baik.

Siapa yang tak mau kenal dekat dengannya?
Dia pandai, rendah hati, mudah berbaur dengan semua orang, juga lucu.
Dalam hati, aku sempat berpikir bodoh sekali cewek yang meninggalkannya. Cewek itu telah menyia-nyiakan seseorang, yang setidaknya, menyayanginya dengan sepenuh hati. Apa salahnya mencoba mencintai, orang yang telah memberikan hatinya sepenuhnya pada kita?
Namun, aku tahu, aku juga tak bisa menyalahkan cewek itu sepenuhnya. Dia merasa tidak cocok dengan pasangannya, lalu berpindah hati untuk mencari ruang yang lebih luas dan cocok untuknya. Dan aku, kembali belajar sesuatu bahwa cinta memang terkadang perlu menyakiti. Cinta terkadang juga perlu disakiti. Semua itu diperlukan, agar kita dapat menjadi dewasa dan dapat memilih mana cinta yang memiliki ruangan yang cocok.

Sekarang, aku tak tahu. Siapa yang salah, dan siapa yang benar. Mereka semua, sama seperti aku, manusia biasa. Mereka memiliki cinta yang terus menerus berkembang, dan cinta itu memang perlu untuk diperhatikan, dan dijaga.

Semua ungkapan yang aku ucapkan ini, membuatku semakin  bingung dan meragu. Aku berpikir, apakah aku dan dia akan mengalami sebuah kisah? Atau semua perasaan ini hanya fatamorgana? Aku tak pernah tahu, kawan. Yang pasti, yang bisa kulakukan sekarang hanya melakukan yang terbaik. Untuk membuatnya sekadar melirikku. Wish me luck guys..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar