Rabu, 04 September 2013

My Next Step

Semua orang mengalami evolusinya sendiri-sendiri. Seperti belajar berjalan, contohnya. Pertama tentu aja kita nggak tiba-tiba jalan sendiri, kita mungkin mengawalinya dengan hal yang kecil. Berbalik badan saat tidur. Langkah selanjutnya kita bakal mulai belajar merangkak, dan lama kelamaan kita bisa berjalan dengan kedua kaki kecil kita.

Itu semua butuh proses. Dan nggak semua proses itu memakan waktu yang sebentar. I told you.

Don’t be scared, now your dream will become reality, a challenge that is a step closer today than it was yesterday.” – Maxstep, Younique Unit

Kata orang, setiap langkah itu diperhitungkan. Apa yang akan kita pilih hari ini, itu akan berpengaruh sama apa yang akan terjadi di kemudian hari. Nggak usah jauh-jauh. Contohnya aja adalah ketika pemilihan jurusan pas SMA. Ya. Itu bakal terjadi saat aku naik tingkatan nanti.

Nah.

Pilihan saat kita masuk jurusan itu, biasanya ada banyak. Kebetulan di sekolahku masih memakai yang biasa. Dua pilihan yang kayak langit dan bumi. IPA, dan IPS.

Mulai dari kelas sepuluh, kita udah harus menentukan dengan mantap mana yang akan kita pilih. Setelah itu kita akan ikut psikotest, dan kita akan ditentukan akan masuk ke jurusan yang mana. Ini memang urusan yang sederhana banget. Kedengarannya.

But I told you, ini susah.

Ketika kita memilih jurusan saat SMA, kita juga mau nggak mau harus memikirkan jurusan apa yang akan kita pilih saat kuliah nanti. Kalau kita lebih mengarah ke akuntansi, sosiolog, dan sebagainya, lebih baik kita memilih IPS. Tapi kalau kita memilih yang lebih sistematis seperti dokter, pilihan pertama harus jatuh ke IPA.

Antara minat dan realita harus masuk akal, dan bisa diterima. I told you, ini susah. Menyelaraskan keduanya itu butuh waktu yang nggak sebentar.

Aku?

Sebenarnya aku nggak punya terlalu banyak visi tentang apa yang harus aku capai di hari-hari yang jauh seperti kuliah. Aku bahkan nggak punya pilihan yang mantap mau masuk ke jurusan yang mana saat kuliah nanti. Mungkin komunikasi? Atau... hubungan internasional? Atau bahasa?

Entahlah. Nggak terlalu banyak yang bisa aku pikirin.

Tapi yang aku tahu sekarang, aku sudah mulai mantap untuk memilih jurusan IPA. Dan yah. Aku nggak menyesal sama sekali.

Walaupun nanti ada resiko tugas numpuk setinggi gunung, aku harus tetep IPA. Harus tetep berjuang. Yah. I’m encouraging myself right now.

Masa-masa SMA itu bener-bener masa yang complicated. Hampir setiap sisi ada yang mengganjal. Termasuk beberapa ulangan susulan nan sialan yang sampai sekarang belum aku kerjain. Berasa banyak pikiran dan beban.

Tapi hidup itu.. pilihan, kan? Kenapa harus takut kalau benar?

So.. this is my next step.

Shall we feel the wind that only blows at the top? Should we have fun?” – Maxstep, Younique Unit



Tidak ada komentar:

Posting Komentar