Sebuah rasa
peduli seorang teman telah membawanya untuk ikut menunggu hujan bersamaku. Rasa
peduli yang bahkan teman-teman lain mungkin tak pernah sekalipun memikirkannya.
Dia mungkin
adalah orang yang sejenak berhasil kulupakan kehadirannya. Berhasil kulupakan
tentang semua detil tentang dirinya. Berhasil kulupakan tentang matanya yang
menyipit ketika seulas senyum hadir di wajahnya.
Buat cowok,
stimulasi mata paling manjur adalah ketika ngeliat cewek cantik sekelas Yoona SNSD tiba-tiba lewat
di depan mereka secara disengaja atau enggak disengaja. Sebaliknya juga, buat
cewek, stimulasi mata paling ampuh adalah cowok-cowok ganteng.
Jari-jari
panjangku mengetik dengan cepat di atas keyboard.
Bukan tugas, bukan skripsi, bukan cerita yang sedang kutulis. Aku hanya
sedang mengetikkan sesuatu di dalam dunia dimana aku biasa melampiaskan semua
perasaanku. Dunia maya.
Aku merasa
bahwa aku adalah cewek yang enggak tau malu.
Pemikiran
ini muncul ketika aku pulang sekolah. Hari ini enggak ada bimbel, jadi
pulangnya seharusnya lebih pagi. Tapi beberapa teman memanfaatkan momen enggak
ada bimbel ini sebagai ajang truth or
dare.